Belgium vs Slovenia Prediksi 23 September 2026
💣 Pada laga perempat final Kejuaraan Voli Putra Eropa, Belgia dan Slovenia akan saling berhadapan demi tiket ke babak semifinal. Belgia berhasil menembus delapan besar untuk pertama kalinya sejak 2017, memperlihatkan kekompakan dan daya juang luar biasa sepanjang turnamen ini. Sementara itu, Slovenia datang sebagai langganan peraih medali di ajang ini dan langsung membuktikan ambisi mereka dengan kemenangan telak atas Serbia di babak 16 besar. Apa yang bisa kita harapkan dari duel sengit ini? Simak prediksi kami di bawah ini.
Slovenia unggul dalam rekor head-to-head
📊 Secara historis, Slovenia memang mendominasi rekor head-to-head ini, dengan meraih kemenangan dalam tujuh dari sembilan pertemuan. Pertemuan resmi terakhir kedua tim terjadi di babak kualifikasi Olimpiade, di mana Slovenia tampil superior dan menang telak 3-0 tanpa kehilangan satu set pun.
Statistik pertemuan langsung Belgium - Slovenia

Belgium Gambaran Tim
Belgia tampil impresif sepanjang turnamen ini, mencatat lima kemenangan dari enam pertandingan dan hanya kalah di tiebreak saat menghadapi Finlandia. Di babak 16 besar, mereka menunjukkan mental baja dengan bangkit setelah kalah di set pembuka dan akhirnya menaklukkan Republik Ceko 3-1. Motor serangan Belgia adalah opposite muda Ferre Reggers, sementara kapten veteran Sam Deroo memberikan kestabilan dan ketenangan dalam permainan ofensif mereka. Staf pelatih Belgia sangat bangga dengan kekuatan tim di area net-pada babak sebelumnya, mereka membukukan 15 blok, sebuah catatan luar biasa. Dengan rata-rata lebih dari 91 poin per laga, “Red Dragons” siap memberi tekanan maksimal kepada Slovenia sejak reli-reli awal.
Hasil pertandingan: Belgium

Slovenia Gambaran Tim
Tim Slovenia melangkah ke babak perempat final sebagai peraih medali perunggu di turnamen sebelumnya dan kerap menjadi penantang serius di laga-laga kejuaraan. Pada babak pembuka playoff, Slovenia menyingkirkan Serbia hanya dalam 77 menit tanpa kehilangan satu set pun. Middle blocker Alen Pajenk dan Jan Kozamernik tampil impresif, sementara kembalinya Klemen Čebulj memberikan variasi signifikan pada opsi serangan mereka. Meski sempat mengalami sedikit hambatan di fase grup saat menghadapi Yunani dan Italia, tim ini selalu mampu bertransformasi ketika laga memasuki fase krusial. Slovenia dikenal piawai mengambil inisiatif sejak awal lewat servis agresif, memaksa lawan melakukan kesalahan pada serangan tempo pertama.