Luca van Assye vs Aleksander Blockks Prediksi 26 Juli 2026


🔊 Luca Van Assche dan Alexander Blockx akan saling berhadapan di final Estoril, memperebutkan gelar ATP pertama dalam karier mereka. Laga ini semakin menarik karena kedua pemain ini pernah meraih trofi Grand Slam junior di tahun yang berbeda, dan belum lama ini mereka juga bertemu di babak penentu ajang Challenger hard court di Lille, di mana Van Assche keluar sebagai pemenang. Kini, kita akan melihat apakah Blockx, yang saat ini punya reputasi lebih tinggi, mampu membalas kekalahan tersebut dan meraih kemenangan penting di final kali ini.
Head to Head
📊 Final di Lille tetap menjadi satu-satunya head-to-head antara kedua petenis ini. Pada Februari tahun ini, Luca Van Assche keluar sebagai pemenang dengan skor 6-2, 6-4.

Luca van Assye Gambaran Pemain
Lucas Van Assche baru berusia 22 tahun, jadi tak mengherankan jika ini kali pertama dalam kariernya ia menembus final turnamen ATP. Petenis asal Prancis ini bisa disebut sebagai pemain serba bisa. Memang, ia cenderung lebih nyaman di lapangan tanah liat, namun secara total, jumlah pertandingannya di indoor dan hard court juga hampir setara. Sepanjang kariernya, Van Assche telah mengoleksi tiga gelar di lapangan indoor hard maupun clay, menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai permukaan.
Musim ini, seperti juga sepanjang karier profesionalnya sejauh ini, final di Estoril menjadi pencapaian terbaik Van Assche di level ATP. Dalam perjalanan menuju partai puncak, ia menyingkirkan Pablo Carreno Busta dan Hugo Gaston. Namun, kejutan terbesar datang ketika Van Assche menundukkan unggulan teratas turnamen, Andrey Rublev, di babak perempat final dengan skor 3-6, 6-3, 6-4. Meski tidak memiliki servis yang sangat bertenaga - tingginya hanya 178 cm, relatif pendek untuk standar tur putra - Van Assche menutupi kekurangan itu lewat permainan baseline yang luar biasa. Ia bukan hanya piawai bertahan, tapi juga agresif dalam melakukan serangan balik; dari belakang lapangan, ia mampu menciptakan winner hampir dari setiap sudut.
Hasil pertandingan: Luca van Assye



Aleksander Blockks Gambaran Pemain
Alexander Blockx bahkan lebih muda dari lawan yang akan dihadapinya - baru 21 tahun - namun ia unggul 40 posisi di peringkat dunia. Meski begitu, partai final mendatang juga akan menjadi debutnya di level ATP. Sebelumnya, pencapaian terbaiknya di tur utama putra adalah menembus semifinal Masters tanah liat di Madrid. Menariknya, sebelum turnamen itu, petenis Belgia ini hanya mengoleksi gelar di permukaan cepat: tiga di indoor dan satu di hard court.
Perjalanan menuju final di Estoril tidak berjalan mulus bagi Blockx; seluruh pertandingannya berlangsung hingga set penentuan. Ia harus menyingkirkan lawan-lawan seperti Kyrian Jacquet, Roman Andres Burruchaga, dan Luciano Darderi. Di babak semifinal, Blockx sukses menundukkan unggulan kedua asal Italia melalui dua tie-break dramatis di set penutup, bahkan sempat tertinggal 2-4 dalam gim pada set terakhir. Dengan keunggulan tinggi badan 10 sentimeter dibanding lawannya, Blockx lebih efektif dalam meraup poin lewat servis. Namun, kemampuannya dalam menerima servis juga patut diacungi jempol - ia mampu mengambil bola lebih awal, sehingga langsung menekan lawan sejak reli pertama.
Hasil pertandingan: Aleksander Blockks










Faktor kunci
- Kedua petenis ini dikenal serba bisa, meski petenis Prancis punya pengalaman lebih banyak di lapangan tanah liat.
- Petenis Belgia unggul dalam postur dan tampil lebih efektif saat servis.
- Petenis Prancis lebih piawai bermain dari baseline dan kerap nyaman terlibat dalam reli panjang.
- Blocq cenderung menyelesaikan poin hanya dalam beberapa pukulan.
Skenario yang diharapkan
Final diperkirakan akan berlangsung sengit. Van Assche bakal berupaya memaksakan reli panjang dengan mengandalkan permainan solidnya dari baseline. Sementara itu, petenis Belgia akan mengandalkan gaya agresif, servis bertenaga, serta keinginan untuk menuntaskan poin hanya dalam beberapa pukulan. Bahkan jika pertandingan berakhir dalam dua set, skor ketat dengan jumlah gim yang tinggi tetap menjadi skenario paling masuk akal.
⭐ Prediksi Redaksi
Luke Van Assche bisa dibilang cukup nyaman bermain di clay, meskipun mungkin belum sepenuhnya spesialis lapangan tanah liat. Sementara itu, Alexander Blockx jelas belum layak menyandang status tersebut. Gaya bermain petenis Prancis ini memang lebih cocok untuk permukaan merah, dan dia juga sudah jauh lebih sering tampil di atasnya. Meski begitu, minimnya pengalaman Blockx di clay hanya terlihat dari lamanya durasi pertandingan yang ia mainkan di Estoril.
Pada dasarnya, kami memahami mengapa odds untuk Blockx lebih rendah, namun kami percaya Van Assche cukup mampu menjaga jarak skor dengan lawan yang lebih berpengalaman ini dan memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. Tak satu pun dari pertandingan Blockx di Portugal berakhir sebelum 32 game dimainkan. Dengan odds saat ini, ekspektasi terhadap kedua petenis bisa sedikit diturunkan dan pilihan total game lebih dari 21.5 layak dipertimbangkan.
Belum ada komentar
Kiat Taruhan: Luca van Assye - Aleksander Blockks





Prediksi lainnya












