Cremonese vs Roma Prediksi 23 November 2025
📢 Kejutan apa yang bisa terjadi dalam pertandingan pekan ke-12 Serie A antara Cremonese dan Roma? Di Stadion Giovanni Zini, tim dengan level berbeda akan bertemu, namun tuan rumah tidak boleh diremehkan. Musim ini, Cremonese sudah berhasil membuat beberapa favorit kesulitan, dan di kandang mereka bermain dengan gigih dan penuh semangat. Roma harus berjuang keras di lapangan jika mereka berencana membawa pulang 3 poin.
Head to Head
📊 Sejarah head-to-head antara Cremonese dan Roma di abad ke-21 hanya mencatat 4 pertandingan, dengan statistik yang sepenuhnya seimbang: masing-masing tim meraih dua kemenangan. Terakhir kali kedua tim bertemu adalah pada Januari 2024 dalam babak 16 besar Coppa Italia. Saat itu, Cremonese memulai dengan percaya diri, memenangkan babak pertama, tetapi gagal mempertahankan keunggulan - Roma menunjukkan kelasnya dan merebut kemenangan 2-1, mencetak kedua gol di akhir pertandingan.
Statistik pertemuan langsung Cremonese - Roma

Cremonese Gambaran Tim
⚪ Cremonese memiliki salah satu skuad paling sederhana di Serie A, namun hal ini tidak menghalangi mereka untuk memulai dengan percaya diri - dalam sembilan pertandingan pertama, mereka hanya kalah sekali. Meski demikian, pertandingan terakhir kurang menguntungkan: dua kekalahan berturut-turut sedikit mengganggu ritme dan kepercayaan diri mereka. Namun, posisi mereka di klasemen tetap stabil - "abu-abu-merah" berada di peringkat ke-11 dengan 14 poin, yang merupakan pencapaian layak untuk tim promosi.
🔴 Sebelum jeda internasional, Cremonese bertemu dengan sesama pendatang baru di kasta tertinggi - Pisa. Mengingat keberhasilan awal tim asuhan Davide Nicola, tim tamu dianggap sebagai favorit dalam pertandingan ini. Namun kenyataannya berbeda: kekalahan 0-1, dan hasil tersebut memang pantas. Dengan penguasaan bola 62%, Cremonese tampil tumpul di lini depan, sementara Pisa menciptakan ancaman yang lebih nyata di gawang lawan.
Hasil pertandingan: Cremonese

Roma Gambaran Tim
🔴 Roma terus mempertahankan standar tinggi dan mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kandidat utama untuk finis di empat besar. Memang, pada bulan Oktober, tim mengalami sedikit kemunduran dengan tiga kekalahan dalam empat pertandingan, tetapi mereka dengan cepat kembali ke performa terbaiknya. Setelah 11 pertandingan, "Serigala" menempati posisi kedua di klasemen dengan 24 poin, hanya kalah dari Inter berdasarkan selisih gol.
🟡 Sebelum jeda internasional, pasukan Gian Piero Gasperini dengan meyakinkan mengatasi Udinese (2-0) - tim yang tampil cukup baik musim ini. Meskipun permainan berlangsung cukup seimbang, Roma berhasil meraih 3 poin berkat kualitas mereka: pertahanan yang solid, empat penyelamatan dari Mile Svilar, dan penyelesaian peluang yang tinggi memastikan kemenangan lainnya. Jika tim terus bermain seperti ini, mereka memiliki potensi untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Hasil pertandingan: Roma
Berita terbaru
Cremonese
📣 Pelatih kepala Cremonese, Davide Nicola, setelah kekalahan tipis dari Pisa (0-1), menekankan bahwa timnya layak mendapatkan lebih: "Merasa marah setelah kekalahan seperti ini. Kami bermain dengan baik, tetapi tidak berhasil mencetak gol dan kebobolan justru ketika kami tampak lebih baik. Saya pikir setidaknya kami pantas mendapatkan hasil imbang." Mengomentari keputusannya terkait pergantian pemain, sang pelatih menyatakan: "Kami bermain cukup baik, jadi tidak ada alasan untuk mengubah apa pun pada saat itu. Rencana selalu mengganti mereka yang kelelahan." Nicola juga menambahkan bahwa tim harus bisa beradaptasi dengan berbagai situasi: "Kami memiliki pemain dengan karakteristik yang berbeda. Kami harus belajar menemukan solusi berbeda dalam setiap situasi."
🚫 Beberapa pemain Cremonese mungkin absen dalam pertandingan mendatang. Mikael Faye masih dalam pemulihan dari cedera paha dan tidak akan kembali ke lapangan sebelum awal Desember. Partisipasi Alberto Grassi dan Alessio Zerbin masih diragukan-keduanya mengalami masalah fisik. Michele Collocolo dan Faris Mumbanya juga dalam kondisi yang tidak pasti (cedera otot).
Roma
📣 Pelatih kepala Roma, Gian Piero Gasperini, setelah kemenangan meyakinkan atas Udinese (2-0), menyatakan kebanggaannya terhadap hasil dan atmosfer di sekitar tim: "Orang-orang berhak bermimpi - kami memasuki jeda dengan berada di puncak klasemen. Ini adalah alasan untuk bangga dan kegembiraan besar bagi para pendukung kami. Kami senang melihat emosi mereka. Antusiasme ini menular - kami merasakannya dan menerimanya sepenuhnya." Menanggapi pertanyaan tentang perebutan Scudetto, Gasperini menegaskan bahwa timnya fokus sepenuhnya pada permainan: "Apakah kami membicarakan Scudetto di ruang ganti? Tidak, kami hanya keluar untuk setiap pertandingan dengan keinginan untuk menunjukkan yang terbaik. Klasemen sangat ketat, ada sembilan pertandingan dalam sebulan ke depan. Saya ingin tim lebih sering merasakan malam seperti ini." Pelatih juga memuji para pemainnya atas dominasi mereka dalam pertandingan yang sulit: "Ini bukan pertandingan yang mudah - Udinese adalah lawan yang sangat kuat secara fisik... Tapi kami sepenuhnya mengendalikan pertandingan, dan itu sangat menyenangkan, karena saya tahu betapa sulitnya itu."
🚫 Roma memiliki masalah cedera sebanyak Cremonese. Edoardo Bove masih absen karena masalah jantung. Artem Dovbyk akan absen hingga pertengahan Desember karena cedera paha. Leon Bailey dan Paulo Dybala terus pulih dari cedera otot dan paha: mereka diharapkan bisa kembali pada awal Desember. Partisipasi Angelino masih diragukan (sakit).
⚽️ Prediksi Gol
Meskipun tim Gian Piero Gasperini selalu dikenal dengan gaya bermain yang atraktif dan produktif, Roma di bawah arahannya menunjukkan pendekatan yang berbeda. "Giallorossi" mengutamakan ketahanan: dalam 11 pertandingan, mereka hanya kebobolan 5 gol - catatan terbaik di seluruh Serie A. Sementara itu, Cremonese mengalami sedikit penurunan dalam serangan, dan menembus pertahanan Roma yang terorganisir akan sangat sulit. Kami memprediksi bahwa Cremonese tidak akan mencetak gol.
🚩 Prediksi Sepak Pojok
Roma bukan hanya salah satu pemimpin dalam hal poin yang diperoleh, tetapi juga dalam jumlah sepak pojok yang didapat. Tim ini aktif beroperasi di sayap dan rata-rata melakukan 5.8 sepak pojok per pertandingan - peringkat keempat di Serie A. Sebaliknya, Cremonese berada di posisi terbawah dalam statistik ini, hanya melakukan sekitar 2.9 sepak pojok per pertandingan. Dengan perbedaan angka seperti ini, pilihan paling logis adalah kemenangan Roma dalam hal sepak pojok.
Prediksi Redaksi
Menurut para bandar, Roma adalah favorit jelas dalam pertandingan mendatang, dan sulit untuk tidak setuju dengan penilaian ini. Memang, Cremonese memberikan kesan positif dengan permainan mereka di awal musim, namun dalam beberapa laga terakhir, mereka mengalami penurunan performa dengan dua kekalahan beruntun. Sementara itu, "Serigala" berada dalam kondisi prima dan tidak ingin kehilangan poin melawan pendatang baru di liga elit, terutama mengingat perjuangan mereka untuk posisi teratas dan ketidakstabilan pesaing langsung di empat besar. Dalam konteks ini, taruhan pada kemenangan Roma tampaknya menjadi pilihan paling logis. Kami memperkirakan skor akhir akan menunjukkan angka 0:1 di papan skor.