France vs England Prediksi 18 Juli 2026
🔊 Tim nasional Prancis dan Inggris datang ke Amerika Utara dengan ambisi merebut gelar juara, namun keduanya harus terhenti satu langkah dari laga puncak. Kini, mereka akan saling berhadapan untuk memperebutkan medali perunggu. Jika Anda menganggap duel di Hard Rock Stadium, Miami hanyalah formalitas, sebaiknya pikirkan lagi. Bagi The Three Lions, ini adalah peluang pertama dalam 60 tahun terakhir untuk membawa pulang medali dari Piala Dunia, sementara Les Bleus berkesempatan menutup era 14 tahun Didier Deschamps bersama timnas dengan catatan positif. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang di laga perebutan tempat ketiga ini?
🔁 Kami rutin memperbarui prediksi ini. Simak terus bagian Berita Terkini.
Head to Head
📊 Sejak 2015, kedua tim baru bertemu tiga kali. Dua laga persahabatan mereka tidak terlalu signifikan, namun pertemuan di perempat final Piala Dunia 2022 layak mendapat sorotan khusus. Di Qatar, Inggris harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2, di mana Harry Kane menjadi sorotan usai gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-84 yang berujung kekalahan bagi The Three Lions.
Statistik pertemuan langsung France - England

Prancis Gambaran Tim
Prancis melaju mulus sepanjang turnamen, mencatat kemenangan demi kemenangan tanpa hambatan berarti. Les Bleus tampil begitu dominan dan seolah-olah tak tersentuh, sampai-sampai banyak yang terburu-buru menjagokan mereka sebagai calon juara. Penilaian itu memang beralasan. Memang, hingga babak semifinal, Prancis belum berjumpa tim dengan label “top”, namun Maroko di perempat final jelas bukan lawan yang mudah. Skuad Didier Deschamps menaklukkan juara Afrika itu dengan skor meyakinkan 2-0 tanpa kesulitan berarti.
Namun, di fase berikutnya, justru Prancis yang harus merasakan pahitnya kekalahan. Sejak awal laga, segalanya berjalan di luar rencana. Blunder konyol dari Lucas Digne yang berujung penalti, ditambah pergantian paksa William Saliba, membuat mental Les Bleus runtuh. Akibatnya, lini serang paling berbahaya dan bertabur bintang di turnamen ini tidak hanya gagal mencetak gol untuk pertama kalinya, tetapi bahkan tak mampu menciptakan peluang berarti, mereka hanya membukukan expected goals (xG) sebesar 0.4. Wakil juara dunia tampil tanpa daya, bahkan sekadar melakukan tekanan di akhir laga pun menjadi tugas berat yang tak terselesaikan.
Didier Deschamps kalah telak dalam adu taktik melawan Luis de la Fuente, sementara para pemain kunci tampil di bawah standar. Menjelang turnamen, sang pelatih sengaja mengubah formasi demi mengakomodasi sebanyak mungkin bintang di lini depan, namun pada momen krusial mereka gagal unjuk gigi. Meski begitu, satu laga buruk tak lantas membuat Prancis menjadi tim lemah. Les Bleus tetap merupakan kekuatan besar. Apalagi Inggris jelas bukan Spanyol, The Three Lions takkan mampu menetralkan Prancis dengan cara serupa dan hampir pasti akan memberikan ruang transisi yang sangat disukai Les Bleus.
Hasil pertandingan: Prancis

Inggris Gambaran Tim
Inggris, berbeda dengan Prancis, tidak pernah benar-benar memberikan kesan dominan lewat permainan mereka. Satu-satunya kilatan harapan datang di laga pembuka melawan Kroasia (4-2), di mana mereka tampil agresif dan proaktif. Saat itu, seolah-olah Thomas Tuchel benar-benar telah mengubah DNA tim, dan publik sempat menantikan versi baru dari The Three Lions-tim yang bermain menyerang dan memaksimalkan potensi skuadnya.
Namun, ekspektasi itu dengan cepat pupus. Inggris memang melaju dari fase grup tanpa banyak drama, tetapi di setiap babak sistem gugur mereka menghadapi tantangan berat. Meski begitu, saat memasuki semifinal melawan Argentina (1-2), Inggris tetap difavoritkan tipis oleh banyak prediksi dan awalnya mampu membuktikan status tersebut. Rencana Tuchel berjalan mulus-di babak pertama, lawan nyaris tak mengancam gawang Jordan Pickford. Namun, gol Anthony Gordon menjadi titik balik segalanya. Thomas Tuchel terlihat panik dan langsung setelah gol tersebut memutuskan untuk bertahan total-sebuah kesalahan fatal.
Semua pergantian pemain yang dilakukan pelatih asal Jerman itu berfokus pada pertahanan, dan perubahan formasi menjadi tiga bek tengah justru menjadi awal kehancuran. Inggris sepenuhnya meninggalkan permainan menyerang dan akhirnya harus membayar mahal dengan kebobolan dua gol di akhir laga. Statistik paling mencolok: hanya 12% penguasaan bola dari menit ke-55 hingga ke-92. Cara seperti ini jelas tidak akan membawa tim ke final. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, keputusan Tuchel kali ini benar-benar merugikan tim dan mencoreng reputasinya sebagai pelatih papan atas. Menarik untuk menanti strategi apa yang akan ia terapkan di laga perebutan tempat ketiga nanti.
Hasil pertandingan: Inggris
Berita terbaru
Prancis
🚫 William Saliba cukup lama tampil dengan cedera punggung, dan akhirnya tubuhnya tak mampu bertahan. Bek Arsenal itu harus digantikan di babak semifinal dan dipastikan absen di laga perebutan tempat ketiga. Sebagai gantinya, Maxence Lacroix akan berduet dengan Dayot Upamecano di jantung pertahanan. Sementara itu, kiper ketiga Brice Samba mengalami cedera betis saat latihan, namun absennya dia dianggap tidak terlalu berdampak.
❔ Didier Deschamps diperkirakan tidak akan melakukan rotasi besar-besaran, tetapi tetap memberikan kesempatan bermain kepada pemain yang jarang tampil. Rayan Cherki, yang sempat menghadirkan perubahan saat menghadapi Spanyol, berpeluang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya. Michael Olise hanya membutuhkan satu assist lagi untuk menyamai rekor Pele, sehingga Ousmane Dembele kemungkinan akan memulai laga dari bangku cadangan.
🔁 Pembaruan per 17 Juli, 8:00 UTC:
- FIFA telah mengumumkan tim wasit yang akan memimpin pertandingan antara Prancis dan Inggris. Jesús Valenzuela dari Venezuela dipercaya sebagai wasit utama, didampingi asisten senegaranya Jorge Urrego Martínez dan Tulio Moreno, sementara wasit keempat dan cadangan berasal dari Maroko. Valenzuela belum pernah memimpin laga Prancis maupun Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang turnamen ini, ia sudah memimpin tiga pertandingan-tak pernah mengeluarkan lebih dari dua kartu kuning dan tidak pernah mencatat lebih dari 23 pelanggaran dalam satu laga.
🔁 Pembaruan per 17 Juli, 18:05 UTC:
- Didier Deschamps menolak memberikan hari libur kepada para pemain, menurut laporan L'Équipe. Skuad Les Bleus sebenarnya meminta waktu istirahat demi menata mental jelang partai terakhir turnamen, namun pelatih kepala justru memperketat pengawasan dan memilih untuk tetap menjalani latihan. Perlu dicatat, Prancis memiliki satu hari persiapan lebih banyak dibandingkan lawan mereka di perebutan tempat ketiga.
🔁 Pembaruan per 18 Juli, 3:50 UTC:
- Menurut Canal+ Prancis, Deschamps dikabarkan bakal melakukan rotasi terbesar di turnamen ini. Sumber tersebut menyebutkan lini belakang akan benar-benar dirombak, dengan Gusto, Lacroix, Konaté, dan Lucas Hernandez diproyeksikan mengisi sektor pertahanan; lini tengah diisi Zaire-Emery dan Kanté; sementara lini serang akan dipercayakan pada Akliouche, Cherki serta Mateta atau Thuram. Dengan begitu, hanya Kylian Mbappé yang tersisa dari starter outfield yang tampil sejak menit awal di semifinal.
Inggris
❌ Reece James mengalami cedera di semifinal dan dipastikan absen di laga ini. Kemungkinan besar, pos bek kanan akan diisi oleh Jarell Quansah, yang sudah kembali usai menjalani skorsing. Jordan Henderson juga masih belum tersedia akibat patah tangan, sementara John Stones diragukan tampil karena cedera kepala.
❓ Ada indikasi kuat bahwa Declan Rice, yang absen dalam sesi latihan karena sakit dan masalah punggung, akan memulai laga dari bangku cadangan. Sang gelandang andalan kini benar-benar kelelahan secara fisik. Kobbie Mainoo, yang belum mendapat menit bermain di turnamen ini, menjadi kandidat utama untuk menggantikannya. Ollie Watkins juga diprediksi bakal mendapat kesempatan tampil, meski kemungkinan besar tidak akan turun sejak menit pertama.
🔁 Pembaruan per 18 Juli, 14:50 UTC:
- Pelatih kedua tim menepis semua spekulasi soal kurangnya motivasi menjelang pertandingan ini. Baik Deschamps maupun para pemainnya menegaskan bahwa laga ini "bukan sekadar laga persahabatan", sementara Konaté, Upamecano, dan sejumlah pemain lain menyatakan ingin memberikan perpisahan yang layak untuk sang pelatih. Di kubu seberang, Tuchel memastikan skuadnya sangat berambisi mencatatkan hasil terbaik dalam 60 tahun terakhir di Piala Dunia dengan finis di tiga besar.
Prediksi Susunan Pemain
📋 Prediksi Starting XI Prancis: Maignan - Koundé, Lacroix, Upamecano, Digne - Tchouaméni, Rabiot - Doué, Olise, Cherki - Mbappé
📋 Prediksi Starting XI Inggris: Pickford - Quansah, Konsa, Guehi, O'Reilly - Mainoo, Anderson - Rashford, Bellingham, Saka - Kane
🟨 Prediksi Kartu Kuning
Laga perebutan tempat ketiga biasanya berjalan dengan tensi yang lebih rendah dibandingkan semifinal-kedua tim yang sudah kehilangan target utama cenderung tampil lebih bebas dan santai, sehingga duel di lini tengah tak lagi seintens biasanya. Para pemain dari kedua kubu diperkirakan tidak akan melakukan tekel keras atau terlibat perdebatan sengit dengan wasit, yang juga cenderung membiarkan permainan mengalir. Kami memperkirakan laga ini hanya akan menghasilkan satu atau dua kartu kuning saja. Bahkan, tidak menutup kemungkinan tidak ada kartu sama sekali-situasi serupa sudah terjadi dalam laga Prancis dan Inggris sepanjang turnamen ini. Pilihan paling masuk akal adalah total kartu kuning di bawah 2,5 dengan odds 1.66*.
⚽ Prediksi Gol
Prancis telah mencetak 16 gol sepanjang turnamen, sementara Inggris membukukan 14 gol-hanya Argentina yang lebih produktif dengan 19 gol. Kedua tim memiliki lini serang tajam dan seharusnya mampu menunjukkannya di partai hiburan ini. Persaingan top skor juga memanaskan laga: Prancis mengandalkan Mbappé, sedangkan Inggris bertumpu pada Kane dan Bellingham. Para pemain cadangan yang mendapat kesempatan juga pasti termotivasi untuk unjuk gigi. Maka, taruhan kedua tim mencetak gol (ya) tampak logis-hasil ini tercipta di 5 dari 7 laga perebutan tempat ketiga terakhir di Piala Dunia. Para bandar pun sepakat, menawarkan odds 1.54*.
🚀 Taruhan Statistik Pemain
Masih soal perburuan gelar top skor, kami memilih opsi taruhan individu. Kandidat utama pencetak gol di laga ini jelas Kylian Mbappé. Sang striker kini berbagi posisi teratas daftar top skor bersama Leo Messi (masing-masing 8 gol) dan berpeluang besar merebut Sepatu Emas untuk kedua kalinya secara beruntun. Jika laga perebutan perunggu terasa kurang penting bagi sebagian pemain, hal itu jelas tidak berlaku untuk Mbappé yang punya ambisi pribadi menjadi yang terbaik. Redaksi kami yakin Mbappé akan mencetak gol. Taruhan ini tersedia dengan odds 1.73*.
🚩 Prediksi Sepak Pojok
Kedua tim punya kecenderungan menciptakan peluang dari sisi sayap. Sepanjang turnamen, Prancis rata-rata mendapat 6,9 sepak pojok per laga, sedangkan Inggris mengoleksi 5 per pertandingan. Dengan tekanan turnamen yang sudah berkurang, laga ini diprediksi menghadirkan banyak peluang berbahaya dan total lebih dari 7,5 sepak pojok sangat mungkin tercapai. Pilihan ini terbukti menguntungkan di 6 dari 7 laga Inggris dan lima pertandingan terakhir Prancis di turnamen ini. Odds yang ditawarkan adalah 1.45*.
😱 Taruhan Berisiko
Harry Kane-dua kali, Jude Bellingham-dua kali, Kylian Mbappé-tiga kali. Anda pasti paham maksudnya: jumlah brace yang dicetak para bintang di Piala Dunia kali ini-luar biasa! Statistik laga perebutan tempat ketiga menunjukkan tren produktivitas tinggi: sejak 1978, hanya satu kali (2018) partai peringkat ketiga berakhir dengan kurang dari tiga gol. Artinya, kita layak berharap pada laga penuh gol dan peluang terciptanya brace pun terbuka lebar. Odds untuk skenario ini adalah 3.50*.
🎯 Taruhan Aman
Lini belakang Prancis tampil solid sepanjang turnamen, namun kini duet bek tengah utama mereka terpecah. Maxence Lacroix belum mampu menggantikan William Saliba secara setara-kesalahannya bahkan berkontribusi pada gol kedua Spanyol. Kami tidak bisa memastikan gol Inggris akan datang dari area Lacroix, namun kami cukup yakin Inggris akan mencetak gol. The Three Lions selalu mencetak gol dalam 24 dari 25 laga resmi terakhir mereka. Odds untuk opsi ini adalah 1.30*.
👀 Jika Laga Tidak Sesuai Prediksi
Jika para pemain menganggap laga ini kurang penting, tempo pertandingan bisa menurun dan kemungkinan tercipta banyak gol pun menipis. Dalam skenario seperti itu, Inggris mungkin mengulang strategi semifinal: mencetak gol lebih dulu lalu bertahan menjaga keunggulan tipis. Prancis sendiri tidak seagresif Argentina dalam membongkar pertahanan rapat lawan, sehingga low block bisa efektif menghadapi mereka. Untuk kemenangan Inggris di waktu normal, odds yang ditawarkan adalah 4.10*.
*Odds bersifat indikatif dan dapat berbeda pada setiap bandar taruhan.
⭐ Prediksi Redaksi
Perebutan tempat ketiga selalu menjadi laga di mana ambisi pribadi dan keinginan untuk menutup turnamen dengan hasil positif mengalahkan kehati-hatian taktik. Karena itu, laga membosankan jelas bukan yang kami harapkan. Prancis ingin memberikan perpisahan manis bagi Deschamps lewat kemenangan, sementara Mbappé membidik Sepatu Emas. Les Bleus tampil jauh lebih meyakinkan dibanding Inggris sepanjang turnamen ini, dan satu laga buruk tak menghapus performa impresif mereka sebelumnya.
Inggris tentu juga tampil dengan motivasi tinggi dan berusaha mencatatkan pencapaian terbaik dalam 60 tahun terakhir, namun kondisi fisik bisa menjadi kendala. Skuad asuhan Tuchel mencatat rekor perjalanan terjauh di turnamen ini dan memainkan semifinal sehari lebih lambat. Selain itu, secara gaya bermain, The Three Lions justru merupakan lawan yang lebih nyaman bagi Prancis ketimbang Spanyol. Berdasarkan pertimbangan ini, kami menjagokan Les Bleus sebagai unggulan dan merekomendasikan total gol individu Prancis lebih dari 1,5. Skuad besutan Didier Deschamps sudah menembus angka ini dalam 14 dari 16 laga resmi terakhir mereka. Prediksi skor: 3-1.
