Vasco Da Gama vs Olimpia Prediksi 13 Agustus 2026
🔊 Vasco da Gama dan Olimpia kembali bertemu di ajang Copa Sudamericana, kali ini dengan tiket perempat final sebagai taruhannya. Kedua tim sudah saling mengenal dengan baik: di fase grup, mereka saling mengalahkan di kandang masing-masing. Vasco tampil dominan di São Januário dengan kemenangan 3-0, namun Olimpia membalas di Asunción lewat skor 3-1. Olimpia akhirnya keluar sebagai juara Grup G dan langsung melaju ke babak 16 besar, sementara wakil Brasil harus melewati babak play-off melawan Independiente Medellín. Laga pembuka duel ini menjadi peluang besar bagi Vasco untuk memaksimalkan dukungan publik sendiri dan membalas kekalahan di Asunción pada bulan Mei lalu.
Head to Head
📊 Pada pertemuan pertama, Vasco tampil impresif dan membukukan salah satu kemenangan terbesar mereka di fase grup dengan skor 3-0. José Luis Rodríguez membuka keunggulan di babak pertama, lalu Nuno Moreira dan Adson memperbesar jarak setelah jeda. Wakil Brasil itu mencatatkan 16 tembakan-sedikit lebih banyak dari lawan yang melepaskan 14-dan unggul tipis dalam penguasaan bola, 52% berbanding 48%.
🔗 Tiga minggu berselang, situasi berbalik total. Olimpia sempat tertinggal di kandang sendiri pada babak pertama, namun membalas dengan tiga gol di paruh kedua dan mengamankan kemenangan 3-1. Mateo Gamarra, Hugo Sandoval, dan Sebastián Ferreira membalikkan keadaan setelah Carlos Cuesta sempat membawa tim tamu unggul. Head-to-head kedua tim menegaskan satu hal penting: keuntungan bermain di kandang sangat menentukan dalam duel ini. Sejauh ini, belum ada tim yang berhasil mencuri poin di markas lawan.
Statistik pertemuan langsung Vasco Da Gama - Olimpia

Vasco de Gama Gambaran Tim
Vasco harus menempuh perjalanan lebih panjang untuk mencapai babak 16 besar. Mereka finis di posisi kedua Grup G dengan raihan 10 poin: tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Setelah itu, wakil Brasil ini melaju ke babak play-off menghadapi Independiente Medellín. Di Kolombia, laga berakhir imbang 2-2, lalu Vasco memastikan tiket lanjut berkat gol Thiago Mendes pada menit ke-85 dalam kemenangan kandang 1-0.
Namun, performa Vasco di fase grup sendiri cukup inkonsisten. Mereka membuka turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Barracas Central, lalu kalah 1-2 dari Audax Italiano di kandang, serta tumbang 1-3 dari Olimpia. Meski begitu, Vasco membalas Audax di Chili dengan kemenangan 2-1, menghancurkan Olimpia 3-0, dan tampil dominan saat menaklukkan Barracas Central di Rio dengan skor 3-0. Dari delapan laga Sudamericana, Vasco sudah mengoleksi 13 gol.
Salah satu faktor kunci adalah Nuno Moreira. Gelandang asal Portugal ini menjadi motor kreativitas utama tim di ajang internasional: ia mencetak gol ke gawang Olimpia pada pertemuan April dan menyumbang dua assist dalam delapan penampilan. Moreira juga tercatat sebagai pemain Vasco dengan menit bermain terbanyak di kompetisi musim ini. Satu nama lain yang mampu membuat perbedaan di laga-laga ketat adalah Claudio Spinelli. Striker asal Argentina ini sudah mencatatkan namanya di papan skor babak play-off; golnya di menit-menit akhir laga pertama kontra Medellín memastikan Vasco tidak pulang dengan kekalahan, mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Di kompetisi domestik, Vasco perlahan menemukan ritme permainan di bawah asuhan Pedro Emanuel. Pada 5 Agustus, mereka menyingkirkan Fluminense dari Copa do Brasil lewat kemenangan 3-1 di Maracanã. Empat hari berselang, mereka menahan imbang Bahia 0-0 dalam lawatan Serie A. Sang pelatih secara khusus memuji kualitas permainan dan pentingnya satu poin tersebut. Ini menjadi kontras dengan awal kepemimpinan Emanuel; pada Mei lalu, Vasco tampil tidak stabil dan kerap melakukan kesalahan individu di lini belakang. Namun memasuki Agustus, mereka tampil jauh lebih solid-enam laga beruntun tanpa kekalahan (dua kemenangan dan empat hasil imbang).
Hasil pertandingan: Vasco de Gama

Olimpia Asuncion Gambaran Tim
Olimpia melaju ke babak play-off dengan cara yang jauh lebih mulus. Mereka menjuarai Grup G dengan torehan 13 poin, mengantongi empat kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Satu-satunya kekalahan itu terjadi saat tandang ke Rio, ketika wakil Paraguay tumbang 0-3 dari Vasco. Namun, di kandang sendiri Olimpia tampil jauh lebih meyakinkan dan membalas kekalahan itu dengan kemenangan 3-1. Kemenangan 2-1 atas Audax Italiano memastikan Olimpia finis di puncak klasemen grup. Sebelumnya, mereka juga menaklukkan Barracas Central dengan skor 2-1.
Di lini depan, Olimpia memiliki sejumlah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Salah satu yang patut disorot adalah Romeo Benítez; gelandang Paraguay ini sudah mencatatkan tiga assist sepanjang turnamen.
Namun, jelang lawatan ke Rio kali ini, kondisi Olimpia jauh dari kata ideal. Setelah fase grup Sudamericana berakhir, mereka memulai kampanye di Clausura Paraguay dengan hasil kurang memuaskan-hanya tiga poin dari empat laga pertama, hasil dari satu kemenangan dan tiga kekalahan. Menariknya, Olimpia gagal mencetak gol di semua laga yang mereka kalah. Menjelang duel di Rio, Olimpia harus cepat beradaptasi dari atmosfer liga domestik ke intensitas kompetisi yang benar-benar berbeda. Sementara itu, Vasco juga menghadapi jadwal padat usai serangkaian laga melawan Fluminense dan Bahia, namun secara mental tim Brasil ini tampak lebih percaya diri.
Misi utama Olimpia pada leg pertama ini adalah menghindari pengulangan skenario bulan April lalu. Jika mereka kembali membiarkan Vasco membuka skor lebih dulu, tim Brasil akan leluasa memaksimalkan keunggulan mereka-kecepatan Moreira, umpan-umpan vertikal, serta transisi serangan balik yang cepat.
Hasil pertandingan: Olimpia Asuncion
🟨 Prediksi Kartu Kuning
Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Argentina, Dario Herrera, yang dikenal cukup tegas di lapangan. Musim 2026 ini, rata-rata ia mengeluarkan sekitar 5,4 kartu per laga. Kedua tim juga cenderung bermain keras, apalagi ini bukan lagi fase grup di mana ada ruang untuk kesalahan. Olimpia sangat sadar leg kedua akan digelar di Asunción, jadi mereka harus berusaha keras agar tidak tertinggal jauh di Rio. Sementara itu, Vasco bakal tampil menekan sejak awal dan memaksa tim tamu bekerja ekstra tanpa bola. Menariknya, dalam dua laga fase grup sebelumnya, total lebih dari 3,5 kartu kuning selalu tercapai. Dengan mempertimbangkan gaya kepemimpinan wasit dan pentingnya laga ini, opsi yang sama tampak sebagai prediksi yang masuk akal.
⚽ Prediksi Jumlah Gol
Sulit untuk mengabaikan rekor head-to-head antara kedua tim ini. Dalam dua pertemuan fase grup, mereka membukukan total tujuh gol, dengan kedua laga berakhir di atas 2.5 gol. Namun, kali ini saya tidak melihat pertandingan akan berjalan se-terbuka itu. Alasannya terletak pada format knockout. Vasco tidak perlu menang besar; yang terpenting mereka tidak kebobolan. Klub asal Brasil ini hanya butuh keunggulan dua gol sebelum bertandang ke Asunción dengan modal positif. Sementara itu, Olimpia sadar betul mereka sudah pernah menaklukkan lawan ini di kandang dan akan sangat mengandalkan dukungan fans saat leg kedua.
Dalam laga terakhir di Brasil, Vasco meraih kemenangan 3-1 atas Fluminense dan bermain imbang tanpa gol melawan Bahia. Sementara Olimpia, meski mencetak lima gol ke gawang Rubio Ñu, gagal mencatatkan gol dalam tiga pertandingan Clausura lainnya. Dengan situasi ini, rentang skor paling masuk akal adalah dua hingga tiga gol. Prediksi: total gol di bawah 3.5 dengan odds 1.32*.
🚩 Prediksi Sepak Pojok
Di sini, saya melihat Vasco bakal mendominasi secara teritorial. Bermain di kandang sendiri, tim Brasil ini sudah menaklukkan Olimpia 3-0, dan jalannya laga tersebut memperlihatkan bahwa tuan rumah mampu menahan lawan di setengah lapangan mereka dalam waktu lama. Nuno Moreira dan Adson kerap mengancam lewat sisi sayap, sementara dalam serangan-posisi, Vasco secara konsisten mengalirkan bola ke area flank. Jika Olimpia memilih bertahan dengan blok menengah, jumlah crossing dan umpan tarik Vasco diperkirakan akan meningkat.
Skenario gol pembuka juga jadi faktor tambahan. Jika Vasco unggul lebih dulu, Olimpia harus lebih terbuka, memberi ruang bagi tuan rumah untuk melancarkan serangan baru. Namun, bahkan jika skor tetap imbang cukup lama, tekanan dari tim Brasil tetap berpotensi menghasilkan banyak situasi bola mati. Karena itu, saya lebih memilih fokus pada statistik individu tuan rumah ketimbang total gabungan. Prediksi: Vasco da Gama over 5.5 sepak pojok dengan odds 1.64*.
*Odds bersifat indikatif dan dapat berubah tergantung pada penyedia taruhan.
⭐ Prediksi redaksi
Pasangan ini terlihat sebagai salah satu yang paling seimbang di babak 16 besar, meskipun Vasco sudah membuktikan mampu mengalahkan Olimpia dengan percaya diri. Pada bulan April, tim Brasil menang di "São Januário" 3:0, tetapi tiga minggu kemudian tim Paraguay membalikkan skenario dan menang di kandang 3:1. Artinya, faktor kandang di sini benar-benar sangat penting.
Saat ini keunggulan kembali berada di pihak Vasco. Tim bermain di kandang dan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan berturut-turut. Di bawah asuhan Pedro Emanuel, struktur yang lebih solid perlahan mulai terbentuk, dan kesalahan yang menghantui tim di pertandingan awal pelatih menjadi kurang terlihat. Olimpia tidak boleh diremehkan. Mereka adalah juara grup, telah mengalahkan Vasco, dan memiliki kesempatan untuk memainkan leg kedua di Asunción. Namun kekalahan dari 2 de Mayo tepat sebelum perjalanan ke Brasil merupakan sinyal yang tidak menyenangkan. Tim Paraguay harus tampil hampir sempurna di lini belakang jika mereka ingin menjaga seri tetap seimbang.
Oleh karena itu, saya perkirakan Vasco unggul, tetapi tidak dengan skor telak. Olimpia cukup terorganisir untuk tidak membiarkan tuan rumah mengulangi kemenangan 3:0 di bulan April. Pilihan saya adalah kemenangan Vasco da Gama. Perkiraan skor saya adalah 2:1.
