Lapilus vs Hadlei Prediksi 23 Mei 2026
💪 Co-main event turnamen PFL di Brussels bakal menghadirkan duel sengit di kelas bantam antara petarung berpengalaman asal Prancis, Taylor Lapilus, dan Jake Hadley dari Inggris yang dikenal pantang menyerah. Pertarungan ini bukan sekadar soal posisi di peringkat, melainkan adu gaya dua aliran bela diri berbeda, dengan tiket menuju laga perebutan gelar sebagai taruhannya. Lapilus datang ke Belgia membawa kepercayaan diri usai kemenangan besar di Dubai, sementara Hadley bertekad menebus kekalahan sebelumnya dan kembali ke jalur kemenangan. Simak prediksi laga seru ini di bawah.
Statistik pertemuan langsung Lapilus - Hadlei



Tailor Lapilus Gambaran Pemain
Taylor Lapilus adalah veteran sejati di kancah MMA Eropa, membawa pengalaman dari 28 pertarungan profesional. Di usia 34 tahun, petarung asal Paris ini justru tampil dalam performa terbaik sepanjang kariernya-sebuah fakta yang ia buktikan pada Februari 2026 saat dengan cermat mengalahkan dan menuntaskan Kasum Kasumov yang dikenal berbahaya. Taylor dikenal sebagai petarung serba bisa: ia sama mematikannya baik dalam striking maupun grappling, serta mampu menyesuaikan gaya bertarung menghadapi siapa pun lawan yang ada di depannya. Kekuatan utamanya terletak pada ketenangan, timing yang presisi, dan kemampuan bertahan di situasi tersulit. Lapilus nyaris tak pernah membuat kesalahan, dan kedisiplinan inilah yang menjadikannya salah satu petarung paling konsisten di divisinya.
Hasil pertandingan: Tailor Lapilus











Jake Hadlei Gambaran Pemain
Jake Hadley, meski baru berusia 27 tahun, sudah dikenal sebagai grappler berbahaya dan tangguh yang tak seorang pun ingin hadapi di ground. Lebih dari setengah kemenangan petarung asal Inggris ini datang lewat kuncian dan teknik submission, menjadikannya ancaman utama bagi para striker. Terakhir kali Hadley bertarung di oktagon melawan juara Marcirli Alves, ia hanya kalah lewat keputusan juri setelah menunjukkan daya tahan luar biasa dan mental juara yang kuat. Hadley tampil agresif, selalu menekan lawan dan mencari peluang untuk membawa duel ke matras-area di mana ia benar-benar mendominasi. Ia tiba di Brussels dengan motivasi penuh, sadar bahwa kekalahan berikutnya bisa membuatnya tertinggal jauh dalam perebutan gelar.
Hasil pertandingan: Jake Hadlei









