Royal Fighters vs G League United Prediksi 23 September 2026
🏀 Beijing Royal Fighters akan menjamu J League United di laga pembuka mereka pada Intercontinental Cup. Meski pertandingan digelar di Tiongkok, para bandar tetap tidak menjadikan tuan rumah sebagai favorit - justru tim tamu yang lebih diunggulkan. Hal ini memang beralasan, mengingat J League United diperkuat oleh para pemain tangguh dari G League Amerika. Pertanyaan utamanya adalah seberapa cepat skuad asal Amerika ini mampu beradaptasi dengan regulasi FIBA dan membangun chemistry di lapangan.
Head to Head
📊Kedua klub belum pernah bertemu sebelumnya.

Beijing Royal Fighters Gambaran Tim
Beijing Royal Fighters memang tampil sebagai tuan rumah, namun peluang mereka untuk meraih kemenangan tetap terlihat terbatas. Di musim lalu CBA Tiongkok, Beijing Royal Fighters tampil inkonsisten dan membuka turnamen kali ini dengan nada minor, kalah dari Boca Juniors (78-86). Mereka kalah telak di perebutan rebound dan hanya mencatatkan persentase tembakan dari permainan sebesar 38%. Satu-satunya yang tampil menonjol adalah penembak jitu asal Amerika, Riller, yang mencetak 24 poin. Meski begitu, tim ini masih punya ruang untuk berkembang, karena roster mereka diisi oleh pemain-pemain lokal berkualitas seperti Sanning, Jizhe, Yu Chen, serta beberapa legiun asing dari Amerika Serikat seperti Cook dan Nix. Namun, menghadapi Jay League United, tampil lebih baik dibanding laga hari Senin akan menjadi tantangan yang berat bagi mereka.
Hasil pertandingan: Beijing Royal Fighters

G League United Gambaran Tim
Jay League United terdiri dari para pemain berpengalaman dari NBA G-League, yang telah mencicipi atmosfer pra-musim NBA dan berbagai kompetisi di Eropa. Di dalam skuad, terdapat sejumlah guard atletis yang sebelumnya nyaris menembus panggung utama basket dunia. Tantangan utama tim ini adalah minimnya chemistry jangka panjang, lantaran roster mereka biasanya dibentuk hanya untuk ajang-ajang ekshibisi dan turnamen internasional seperti Intercontinental Cup. Selain itu, ada satu hambatan potensial lagi: para pemain asal Amerika Serikat terbiasa dengan aturan mereka sendiri - mulai dari zona tiga detik di pertahanan hingga interpretasi pelanggaran yang berbeda. Proses adaptasi terhadap regulasi FIBA dan gaya permainan fisik di bawah ring di Tiongkok kemungkinan membutuhkan waktu. Banyak hal akan terungkap setelah duel melawan Beijing.