Brazil vs Argentina W Prediksi 20 Agustus 2026
🏀 Brasil akan menjamu Argentina dalam laga utama kualifikasi Olimpiade putri pada hari Jumat. Pertemuan kedua tim nasional ini selalu menyedot perhatian besar, dan kali ini duel tersebut tak hanya sarat gengsi, tapi juga sangat krusial dari sisi klasemen - hasil pertandingan inilah yang akan menentukan siapa yang melaju ke babak selanjutnya. Brasil datang sebagai favorit di mata para bandar berkat skuad yang sedikit lebih bertalenta, namun sejauh ini mereka belum benar-benar tampil meyakinkan dari segi permainan. Hal serupa juga berlaku untuk Argentina, sehingga kecil kemungkinan laga ini akan berjalan dengan skor tinggi.
Statistik pertemuan langsung Brazil - Argentina W

Brasil (W) Gambaran Tim
Brasil bangkit di laga kedua setelah kekalahan pada pertandingan pembuka, dengan mengalahkan Selandia Baru 56-53. Namun, performa mereka di lapangan basket kembali memunculkan sejumlah pertanyaan. Tim hanya mencatat akurasi tembakan 30,3% dari permainan, kalah dalam perebutan rebound, dan melakukan 18 turnover. Untungnya, lawan mereka tampil lebih buruk lagi dalam membangun serangan. Kontribusi krusial datang dari Gayton yang menyumbang 18 poin. Jelas, absennya trio bintang WNBA - Cardoso, Suárez, dan Costa - yang tetap bersama klub masing-masing, membuat Brasil kehilangan keunggulan fisik dan dominasi rebound. Meski begitu, menghadapi Argentina yang sekarang, skuad Brasil saat ini masih terlihat lebih solid dibandingkan lawan mereka. Rata-rata produktivitas dalam 10 laga terakhir mencapai 67,9 poin yang dicetak dan 64,8 poin yang kebobolan -menunjukkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan tanpa kecenderungan dominan pada salah satu sisi.
Hasil pertandingan: Brasil (W)

Argentina (W) Gambaran Tim
Argentina kembali meraih kemenangan di laga kedua turnamen, menebus kekalahan telak dari New Zealand pada pertandingan pembuka. Kali ini, mereka berhasil menundukkan tim tangguh South Sudan dengan skor tipis 64-61. Kunci keberhasilan Argentina terletak pada performa impresif di kuarter kedua, di mana mereka unggul 20-9. Namun, ada catatan negatif: Albiceleste benar-benar kesulitan dalam perebutan rebound, kalah telak dengan total 35-51 (khusus di area paint sendiri, mereka tertinggal 26-41). Jika bukan karena efektivitas tembakan tiga angka yang sedikit lebih baik (27% berbanding 20% milik lawan), hasil akhir mungkin akan berbeda. Mungo tampil paling menonjol dalam membangun serangan dengan torehan 19 poin. Secara keseluruhan, skuad ini mayoritas diperkuat pemain dari liga domestik Amerika Selatan dan sejumlah liga Eropa level menengah. Chagas dan Gretter menjadi motor utama tim. Argentina mampu menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan, rata-rata mencetak 63,1 poin dan hanya kebobolan 59,8 poin dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka.