Germany (W) vs Japan (W) Prediksi 5 September 2026
🏀 Jerman akan menghadapi Jepang di laga kedua fase grup Piala Dunia Basket Wanita. Kedua tim datang dengan modal berbeda: Jerman baru saja dihantam habis-habisan oleh Spanyol, sementara tim Asia itu memenangkan duel sengit melawan Mali. Jepang menampilkan permainan cepat dan dinamis, sehingga kemungkinan besar mereka akan mempertahankan gaya tersebut saat melawan "Die Nationalmannschaft". Tuan rumah turnamen juga siap menjawab tantangan, bertekad menebus kekalahan mengejutkan di laga Jumat lalu. Pertarungan sengit penuh aksi pun diprediksi tersaji.
Head to Head
📊 Kedua tim nasional terakhir kali berjumpa pada Olimpiade Paris 2024, di mana Jerman meraih kemenangan dengan skor 75-64.

Jerman Gambaran Tim
Tim tuan rumah membuka turnamen dengan kekalahan telak dari salah satu unggulan utama, tim nasional Spanyol, dengan skor 53-83. Jerman menghadapi masalah besar dalam penyelesaian tembakan, meskipun secara total mereka melepaskan lebih banyak upaya dibandingkan Spanyol (61:57). Lini pertahanan mereka juga sangat rapuh, tidak mampu menahan kombinasi cepat dan dinamis dari lawan. Dalam laga yang gagal di hampir semua aspek, Fibich menjadi pemain terbaik dengan hanya mencetak 13 poin. Jelas, Jerman harus segera meningkatkan performa mereka, namun masih menjadi tanda tanya besar apakah mereka mampu bangkit setelah pukulan mental yang berat dan tanpa kehadiran Sabally yang cedera. Meski begitu, Jerman berpeluang bermain dengan tempo tinggi khas Jepang dan mencoba memenangkan duel tembakan dalam permainan terbuka.
Hasil pertandingan: Jerman

Jepang Gambaran Tim
Jepang membuka laga pertama mereka dengan pertandingan penuh serangan melawan Mali, meraih kemenangan dengan skor 102-97. Skuad Jepang menampilkan ciri khas permainan cepat mereka, mengandalkan volume tembakan tiga angka yang luar biasa dan tempo tinggi sepanjang laga. Tak mengherankan jika penembak utama mereka di luar garis, Hayashi, menjadi bintang dengan torehan 27 poin dan mencetak sembilan (!) three-pointer. Tim Jepang diyakini akan terus memainkan gaya agresif seperti ini, menutupi kekurangan postur dengan transisi super cepat, pergerakan tanpa bola yang aktif, serta intensitas tinggi di perimeter berkat skill set spesifik dari Miyazaki, Akaho, Takada, dan Hayashi. Para pemain Jepang mampu memaksa center lawan keluar dari area paint, membuka jalur penetrasi ke ring lawan.