Pratinjau Pekan Keempat Liga Champions: Pertandingan 3 November

Aston Villa datang ke Barcelona dengan tiga kemenangan dari tiga pekan pertandingan, sementara tim Catalunya perlu bangkit dari kekalahan melawan PSG. Perbedaan itu saja sudah membuat jadwal Liga Champions pada 3 November lebih menarik daripada pertemuan biasa antara tim favorit dan tim yang tidak diunggulkan.
Di Madrid, perebutan poin juga akan disertai upaya mencetak sejarah: Harry Kane hanya perlu memperpanjang rentetan laga mencetak golnya satu pertandingan lagi untuk menyamai rekor Cristiano Ronaldo. Atlético bersiap menghalanginya, setelah menjalani 16 pertandingan kandang di kompetisi Eropa melawan klub Jerman tanpa kalah. Kami mengulas lebih dekat laga-laga ini dan pertandingan Selasa lainnya dalam pratinjau rutin Liga Champions kami.
Shakhtar – Sporting
Kemenangan akan memungkinkan Shakhtar melewati Sporting, yang secara mengejutkan kalah 3–2 di kandang dari tim debutan LASK pada pekan sebelumnya. Namun, ancaman utama bagi pertahanan tim yang berstatus tuan rumah tidak menghilang: Luis Suárez mencetak gol dalam ketiga pertandingan awal, termasuk dua gol pada laga terakhir. Jika pemain Kolombia itu kembali mencetak gol, ia akan menetapkan rekor rentetan pertandingan mencetak gol terpanjang bagi pemain klub Lisbon tersebut di Liga Champions. Tim Ukraina harus memanfaatkan kerentanan tim Portugal tanpa membiarkan penyerangnya melanjutkan perburuan rekor.
Tautan pertandingan:
Galatasaray – Stuttgart
Setelah kalah dalam dua laga pembuka, Galatasaray merespons dengan mencetak empat gol di Lille. Akan tetapi, Stuttgart tiba di Istanbul tanpa kekalahan dan dengan tujuh poin, satu di antaranya diraih dari Atlético. Tim Turki harus menunjukkan bahwa produktivitas gol dapat menutupi masalah pertahanan mereka: sembilan gol sudah bersarang di gawang mereka dalam tiga pekan pertandingan.
Sorotan lain tertuju kepada Alexey Batrakov: pemain Rusia itu mencetak gol dalam dua pertandingan Liga Champions terakhirnya dan kini berpeluang melanjutkan tren tersebut melawan salah satu tim dengan awal paling meyakinkan di kompetisi ini. Beredar kabar bahwa pencari bakat klub-klub papan atas Premier League akan mengamatinya dengan saksama dari tribune.
Tautan pertandingan:
Atlético Madrid – Bayern Munich
Harry Kane hanya membutuhkan satu penampilan dengan gol lagi untuk menyamai rekor Cristiano Ronaldo: pemain Inggris itu mencetak gol dalam sepuluh penampilan Liga Champions berturut-turut, sedangkan rekor terpanjang mencapai sebelas.
Atlético memiliki catatan mereka sendiri: 16 laga kandang di kompetisi Eropa melawan klub Jerman tanpa kekalahan. Bayern harus menembus perlawanan tersebut tanpa Musiala, Luis Díaz, dan Vincent Kompany. Perburuan pencapaian pribadi Kane menjadi semakin penting bagi tim yang kehilangan poin pada dua pekan sebelumnya.
Tautan pertandingan:
Atlético Madrid – Bayern Munich
Barcelona – Aston Villa
Barcelona kini kebobolan dalam 18 pertandingan Liga Champions berturut-turut. Bagi tim Unai Emery, hal itu menjadi alasan untuk mencari peluang menyerang sendiri, bukan sekadar berusaha menahan tim Catalunya yang harus merespons kekalahan dari PSG.
Sementara itu, Lamine Yamal mengejar pencapaian bersejarah: ia berbagi rekor dengan Kylian Mbappé untuk jumlah gol di kompetisi ini sebelum berusia 20 tahun, dengan pemain Spanyol dan Prancis tersebut saat ini sama-sama mengoleksi 13 gol. Satu gol lagi akan menjadikan lulusan akademi Barcelona itu satu-satunya pemegang rekor.
Tautan pertandingan:
Bodø/Glimt – Lille
Lille harus menghentikan catatan terburuk mereka di Eropa — lima kekalahan beruntun — di tempat yang belakangan membuat tim-tim dengan nama jauh lebih besar tersandung. Bodø/Glimt memenangi empat pertandingan kandang Liga Champions terakhir, dengan menaklukkan Manchester City, Inter, Sporting, dan Borussia Dortmund secara berurutan.
Tim Prancis tersebut belum mengoleksi satu poin pun di kompetisi musim ini. Namun, berbahaya jika menganggap lawatan ke Norwegia sebagai kesempatan mudah untuk memperbaiki keadaan: hasil kandang Glimt sejak lama menunjukkan bahwa mereka harus diperlakukan dengan serius.
Tautan pertandingan:
Villarreal – PSG
Villarreal memperlihatkan di Anfield bahwa mereka mampu menyulitkan tim favorit: sempat unggul 2–0, tetapi akhirnya kalah 4–3. Pertanyaan utamanya sekarang adalah apakah tim Spanyol itu bisa melengkapi keberanian menyerang dengan pertahanan yang solid, setelah kebobolan dalam 14 laga Liga Champions berturut-turut. Menjelang pertemuan dengan PSG, tren tersebut sangat mengkhawatirkan.
Tim Paris tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di kompetisi ini, dan satu laga lagi tanpa kekalahan akan menjadi rekor klub. Tuan rumah harus menghentikan lawan yang konsistensinya sangat bertolak belakang dengan mereka sendiri.
Tautan pertandingan:
Feyenoord – Inter
Kemenangan atas Shakhtar mengakhiri rentetan terburuk Inter di Liga Champions, yakni empat kekalahan berturut-turut. Namun, setelah tiga pekan, tim Milan tersebut memiliki jumlah poin yang sama dengan Feyenoord: hanya tiga. Fase awal pertandingan tampak sangat penting: tim Rotterdam kebobolan lebih dahulu dalam enam pertandingan terakhir mereka di kompetisi ini. Tuan rumah perlu meninggalkan kebiasaan mengejar ketertinggalan. Jika tidak, lawan akan mendapatkan kesempatan membangun momentum dari kemenangan yang sejauh ini baru menghentikan kemerosotan mereka di Eropa.
Tautan pertandingan:
LASK – Slovan Bratislava
Setelah kemenangan sensasional 3–2 di Lisbon, LASK memiliki kesempatan mengubah kemenangan pertama mereka di Liga Champions menjadi rangkaian kemenangan. Namun, yang dipertaruhkan Slovan berbeda: poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka dalam kompetisi utama. Tim Bratislava telah kalah dalam seluruh 11 pertandingan mereka, dan pada musim ini sudah kebobolan 13 gol — lebih banyak daripada tim mana pun.
Meski begitu, tim Austria juga memiliki kelemahan yang jelas: mereka gagal mencatat clean sheet dalam delapan pertandingan Eropa berturut-turut. Tim tamu harus memanfaatkan hal itu untuk akhirnya menghentikan rentetan kekalahan.
Tautan pertandingan:
Manchester United – Roma
Manchester United tidak menang dalam sembilan pertandingan beruntun, catatan terburuk klub dalam 42 tahun. Sementara itu, Roma mencetak 21 gol dalam enam pertandingan terakhir. Tim Roma memiliki kesempatan mengubah sejarah buruk mereka di Old Trafford: keempat kunjungan sebelumnya berakhir dengan kekalahan.
Bagi Michael Carrick, menghadapi lawan Italia lainnya setelah kekalahan 4–1 dari Como terutama merupakan upaya menghentikan krisis yang berkepanjangan. Keunggulan United atas Roma pada masa lalu kini terasa jauh kurang meyakinkan dibandingkan kondisi terkini kedua tim.
Tautan pertandingan:
Kesimpulan
Setelah pekan keempat, separuh fase liga akan terlewati. Masih ada cukup waktu untuk membalikkan keadaan, tetapi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan tinggal separuhnya. Karena itu, di tengah berbagai laga besar, penting untuk tetap memperhatikan pertanyaan utama: siapa yang mampu mengubah penampilan bagus sesekali menjadi hasil yang konsisten? Kemenangan Aston Villa di Barcelona akan memberikan bobot yang sama sekali berbeda pada awal sempurna mereka, sedangkan kemenangan tim Catalunya akan mengingatkan betapa cepat keseimbangan kekuatan dapat berubah.
Pertandingan seperti inilah yang membedakan awal kampanye Eropa yang menjanjikan dari ambisi serius untuk melaju lebih jauh.


